Join MultiplyOpen a Free ShopSign InHelp
MultiplyLogo
SEARCH

Catch up on all the latest about dinadonk...


Blog EntryDec 2, '09 4:53 AM
for everyone

sekedar sharing resep kuah kaldu shabu2 spt di resto2 shabu tei, imae, dll.....tp dg minimasi bumbu impor alias prioritas dari bumbu lokal.

Untuk kuah shabu-shabu sih cukup seperti membuat kaldu daging atau kaldu ayam saja. Cukup rebus daging/ayam dengan bumbu kaldu standard saja seperti kalau mau membuat sop. Sesuai selera mungkin bisa ditambahkan garlic dan daun bawang.

selamat mencoba!

 


Blog EntryNov 19, '09 6:48 AM
for everyone
Tujuh belas tahun yang lalu, di lapangan terbang Bangkok, seorang pemuda Thailan bertanya padaku: ”Anda mau kemana? Pertanyaannya segera kujawab: ”Aku mau ke Singapura”. Dia bertanya lagi: ”Berapa lama di Singapura?  ”Dua hari saja” kataku. Lalu dia berkata: ”Untuk apa dua hari, satu hari saja cukup. Singapura itu kecil, dalam satu hari sudah bisa dikelilingi  dari Timur sampai be Barat dari Utara sampai ke Selatan”. Aku percaya padanya. Apalagi kalau melihat peta dunia, Singapura itu betul-betul kecil.

Dua tahun yang lalu seorang teman menawarkan jasa baiknya padaku: ”Mampirlah di Singapura, jalan-jalan, masih banyak yang bisa dilihat di Singapura”.

 Minggu yang lalu aku mampir di Singapura dalam perjalanan pulang dari tanah air. Aku diterima oleh beberapa teman lama antara lain Liong May Swan seorang penulis yang sudah menerbitkan empat buku dan sekarang sedang menyiapkan penerbitan bukunya yang ke lima. Penulis perempuan asal Jakarta ini menanyakan kesanku tentang bukunya yang terakhir ”Sisters in Paradise”. Aku tidak bisa menjawab pertanyaannya sekalipun kukatakan bahwa aku sudah membacanya. Kenyataannya buku itu baru kubaca sebagian kecil saja, berhubung aku banyak kesibukan lain ketika buku itu kuterima dari salah seorang temanku yang mengirimkannya dari Negeri Belanda.

Kali ini oleh salah seorang temanku,  aku dibawa berjalan-jalan keliling Singapura. Bukan hanya Singapura, malahan temanku itu membawaku berkeliling sampai ke Johor Baru (Malaysia) dan Pulau Batam (Indonesia). Perjalanan ke Johor Baru dan Batam ini akan kuceritakan kemudian.

Nampaknya teman yang menemaniku selama di Singapura ini memiliki kesukaan melihat-lihat taman. Karena itu  aku dibawanya berkunjung ke beberapa taman besar dan kenamaan. Yang pertama  kami jalan-jalan di Singapure Botanical Garden. Taman ini luas dan bersih. Di sini ada air terjun buatan, ada pohon-pohon besar yang sudah berusia ratusan tahun. Kami duduk-duduk di bangku panjang dengan menghadap ke lapangan berumput yang berombak meninggi dan merendah. Dalam hatiku terpikir, taman ini indah luar biasa, serba teratur dan terawat dengan baik, tidak perlu kuatir  digigit nyamuk sekalipun di malam hari,  apalagi menurut teman yang menemaniku itu, di sini serba aman, tidak perlu membayar untuk masuk, kecuali membayar tempat parkir karena kami membawa mobil yang distir sendiri oleh temanku itu.

Yang kedua kami masuk ke taman Kent Ridge Park di daerah Buona Vista. Ini adalah taman diatas bukit yang jalannya berliku-liku  menuju sampai ke puncak.  Di sini juga kami duduk-duduk di atas bangku di bawah pohon-pohon yang bersih di satu ketinggian. Dari tempat itu kami arahkan pandangan ke Selatan,  di mana yang tampak daerah Pelabuhan Pasir Panjang. Lampu-lampu di pelabuhan kelihatan luar biasa indahnya. Sebagaimana taman yang pertama taman ini juga sangat teratur , bersih, tidak bernyamuk.  Di taman ini orang dengan berjalan kaki maupun mengendarai mobil bebas untuk masuk  tanpa pembayaran sama sekali. Hanya saja, karena jalannya cukup menanjak, umumnya hanya dikunjungi oleh mereka yang membawa mobil, kalau tidak bisa ngos-ngosan. Lain halnya bagi mereka yang memang ingin jogging.

Yang ketiga kami masuk ke Kebun-kebun Umum  di sekitar lingkungan HDB (Housing Development Board) yaitu perumahan rakyat bertingkat yang di subsidi oleh pemerintah. Di Singapura 85% dari rakyatnya  tinggal di HDB yang terawat dengan baik. Tempat ini juga indah dan sangat nyaman duduk-duduk di tempat duduk gazebo semacam pavilion kecil di mana orang bisa berteduh merebahkan badan sambil menikmati angin spoi-spoi bertiup yang menyegarkan badan setelah  lelah karena berjalan-jalan. Sambil duduk-duduk atau merebahkan badan kita bisa melihat banyak pohon mangga yang buahnya bergelayutan di sekitar tempat bermainnya anak-anak. Di sini kita bisa melihat bahwa pemerintah Singapura sangat memperhatikan kepentingan rakyat baik dari segi tempat tinggal maupun lingkungannya.

Yang ke empat temanku membawaku masuk ke Hort Park singkatan dari Hortculture Park yang terletak di Hydrabad Street di daerah Alexander. Di sini terdapat kolam ikan buatan  dengan bermacam-macam ikan warna-warni di dalamnya. Di kamar contoh (show room) diperlihatkan bagaimana menggunakan tanam-tanaman serta bunga-bungaan dalam memperindah lingkungan hidup tanpa mengeluarkan biaya besar. Juga diperkenalkan tanaman Vertikal Gardening yaitu menghiasi tembok rumah dengan tanaman. Sebetulnya bukan hanya menghias, tapi juga dapat mengurangi panas udara dalam rangka menyesuaikan lingkungan hidup di Singapura yang lahannya sangat terbatas. Di sini juga ada kursus tanam menanam bagi publik yang menunjukkan bahwa pemerintah memberikan kursus/pelajaran yang berguna  dalam menciptakan lingkungan hidup yang lebih nyaman bagi rakyat. Masuk ke taman ini juga gratis. Hanya bagi yang membawa mobil dikenai  biaya parkir.

Yang ke lima  kami meniti  The Southren Ridge, berupa jembatan tinggi yang berbelit-belit khusus untuk pejalan kaki. Jembatan mengelilingi  pohon-pohon rindang dari hutan lindung yang terdapat di sekelilingnya  yang menjulang ke atas  sehingga orang akan merasa seolah-olah berjalan di dalam hutan. Jembatan digunakan untuk berjalan dengan santai, Juga digunakan bagi orang yang suka jogging. Jembatan terdiri dari 3 jurusan yang bersambungan dengan panjang seluruhnya 9 Km . Jembatan sengaja dibuat bergelombang dengan mengikuti tinggi rendahnya pohon-pohon di sekitarnya. Jembatan ini sangat indah. Untuk menempuh seluruh jembatan perlu sepasang kaki yang kuat, karena itu kami hanya menempuh sebagian saja. Untuk berjalan-jalan maupun jogging di jembatan ini sama sekali bebas biaya.

Dengan begitu aku berkesan, kalau taman-tamannya saja begitu luas perlu banyak waktu untuk mengelilinginya apalagi berkeliling di seluruh Singapura, tentu perlu waktu yang lebih panjang lagi. Maka pendapat pemuda Thailan ketika aku berada di Bangkok bahwa Singapura cukup dikelilingi dalam waktu satu hari dari Barat sampai ke Timur, dari Utara sampai Selatan kurang sesuai dengan kenyataan dan terlalu mengecilkan arti Singapura.

Disamping membawaku ke taman-taman tersebut diatas, temanku juga membawaku jalan-jalan di daerah pertokoan termasuk memasuki toko IKEA yang isinya mirip dengan IKEA di Kungens Kurva tidak jauh dari tempat tinggal kami. Saya juga dibawa masuk untuk melihat dan mencoba makanan di berbagai rumah makan yang menyediakan berbagai macam makanan yang lezat dengan harga yang  murah.

Satu hal lain yang perlu juga dicatat, bahwa di Singapura kemanapun kita pergi baik di daerah pertokoan, taman-taman, rumah makan, kita akan dengan mudah menemukan fasilitas umum seperti toalet yang bersih, dalam mana orang bisa menggunakannya tanpa pembayaran.

Sesuai dengan permintaanku, maka temanku membawaku pergi melihat daerah yang bernama Tanjong Katong (ejaan Melayu). Satu lagu lama yang sudah kudengar sejak masih duduk di bangku Sekolah Rakyat (sekarang Sekolah Dasar) berbunyi:   

             Tanjong katong airnya biru

             Tempat orang mencuci muka

             Masih sekampung akulah rindu

             Konon pula jauh di mata.

Menurut teman yang membawaku bepergian ke situ, Tanjong Katong yang dulu dinyanyikan sebagai airnya biru itu sudah ditutup dengan pasir yang didatangkan dari Riau.     

Yang ada sekarang hanyalah jalan raya dengan nama Tanjong Katong Road yaitu jalan  raya dengan bangunan rumah beserta pertokoan (ruko) di kiri kanannya. Yang dulunya berair biru itu sudah menjadi jalan toll yang dinamakan ECP (East Coast Parkway) yang menuju ke Airport Changi, dengan bangunan di kiri kanannya serta taman panjang yang luas sebagai tempat orang jogging dan beristirahat. Di sini banyak terdapat rumah makan  yang banyak menghidangkan sea food (makanan laut). Singapure chilli crab (sambal kepiting) yang terkenal di seluruh dunia justru terdapat di sini, sampai-sampai ada yang menganjurkan supaya nama hidangan tersebut dipatenkan  menjadi kepunyaan Singapura.

 

  S.Manap. 01-11-09


Blog EntryOct 23, '09 5:18 AM
for everyone

Acai, seorang pria Tionghua pergi ke Bank Century cabang Sudirman Jakarta dan berniat untuk meminjam uang sebesar Rp 20 juta untuk perjalanan bisnis ke China selama 2 minggu. Pegawai bank mengatakan bahwa bank tersebut membutuhkan suatu jaminan untuk pinjaman tersebut, dan kemudian Acai memakai mobil Ferrari baru yang diparkir di depan bank Century sebagai jaminan.

Kemudian pegawai bank setuju menggunakannya sebagai jaminan. Setelah Acai tersebut pergi, kepala cabang dan pegawai2 bank tersebut menertawai Acai karena menggunakan mobil Ferrari baru seharga Rp 4 milyar sebagai jaminan terhadap pinjaman sebesar Rp 20 juta.
Seorang pegawai bank kemudian memarkir mobil Ferrari tersebut ke dalam underground garage milik bank tersebut.
Dua minggu kemudian, Acai kembali, dan membayar hutang sebesar Rp 20 juta dan bunganya sebesar Rp 10.500.
Pegawai bank berkata, "Ko Acai, kami sangat senang bisa berbisnis dengan Engkoh, dan transaksi ini berjalan dengan lancar. Tapi kami sedikit bingung. Ketika Engkoh pergi, kami mengecek bahwa Engkoh adalah seorang konglomerat. Mengapa Engkoh repot2 meminjam uang sebesar Rp 20 juta?"
Acai membalas sambil tertawa penuh kemenangan, "Di mana lagi tempat di Jakarta yang bisa digunakan untuk memarkir mobil saya dengan aman dan dijaga oleh satpam 24 jam HANYA dengan harga Rp 10.500, selama 2 minggu!!"

Haha...ini cara orang China menghemat kekayaan.

from: email


Blog EntryOct 12, '09 7:13 AM
for everyone

buat yang suka dengar radio, silahkan menikmati lagu-lagu di www.nme.com

 


Blog EntryOct 12, '09 6:53 AM
for everyone

by: Edy M Ya'kub from kompas.com

Setelah wayang dan keris diakui UNESCO sebagai Karya Agung Budaya Lisan dan Tak Benda Warisan Manusia, maka batik pun kini mendapatkan pengakuan itu.

Organisasi Pendidikan, Ilmu Pengetahuan, dan Kebudayaan Perserikatan Bangsa-Bangsa (United Nations Educational, Scientific, and Cultural Organization/UNESCO) sudah mengakui wayang pada tahun 2003 dan mengakui keris pada 2005.

"Pengakuan UNESCO terhadap batik itu merupakan proses panjang yang melalui pengujian dan sidang tertutup. Sebelumnya, pada 11-14 Mei 2009 telah dilakukan sidang tertutup dalam penentuan di hadapan enam negara di Paris," kata Menkominfo Muhammad Nuh beberapa waktu lalu.

Untuk tanggal 2 Oktober di Abu Dhabi itu, kata Nuh yang juga Menteri Ad-Interim Kebudayaan dan Pariwisata (Budpar) itu, merupakan sidang terbuka sebagai acara pengukuhan.

Dalam keterangan pers Departemen Kebudayaan dan Pariwisata (Depbudpar) menyebutkan hari kedua sidang UNESCO "Intergovernmental Committee for Safeguarding of the Intangible Cultural Heritage" di Abu Dhabi, Uni Emirat Arab, antara lain membahas evaluasi nominasi inskripsi pada Daftar Representatif mengenai Budaya bukan benda Warisan Manusia.

"Dalam 'Representative List of the Intangible Cultural Heritage of Humanity' itu, Batik Indonesia disebutkan dalam Rancangan Keputusan 13.44 yang diharapkan dapat disahkan pada sidang akhir pada 2 Oktober 2009 malam," kata Dirjen Nilai Budaya Seni dan Film Depbudpar, Tjetjep Suparman, yang memimpin delegasi Indonesia pada sidang ke-4 komite itu.

Lantas, bagaimana dengan batik yang konon juga ada di negara lain seperti Malaysia, Jepang, China, India, Afrika, Jerman, Belanda, dan negara lainnya?

"Batik Indonesia berbeda dengan batik milik Malaysia dan China, karena negara ini memiliki ciri khas yang tidak dimiliki negara lain," kata Ketua Asosiasi Tenun, Batik, dan Bordir Jawa Timur, Erwin Sosrokusumo.

Menurut dia, batik asli Indonesia bukan produksi pabrikan (printing/cap/kain bermotif batik), meski ada pula batik cap yang juga termasuk batik khas Indonesia.

"Batik Indonesia sebenarnya sudah dikenal bangsa lain sejak zaman Kerajaan Jenggala, Airlangga, dan Majapahit, namun saat itu bahan utamanya didatangkan dari China. Penyebabnya, kain sebagai bahan dasar membatik sulit diperoleh di Indonesia. Untuk itu, batik memang harus diklaim Indonesia dan bukan negara lain yang mengaku-aku," katanya.

Menanggapi pengakuan tersebut, Kepala Bidang Perdagangan Dalam Negeri, Dinas Perindustrian dan Perdagangan Jawa Timur, Arifin T. Hariadi, merasa bangga karena batik sebagai warisan nenek moyang Indonesia bisa memperoleh pengakuan internasional.

"Kerajinan Batik Indonesia sudah sepantasnya diangkat menjadi warisan budaya dunia. Untuk itu, bangsa Indonesia tidak perlu khwatir jika negara lain mengakui batik menjadi miliknya," katanya.

Menurut dia, klaim yang dilakukan Malaysia dan China dengan alasan memproduksi batik, tentu perlu dilihat bahwa produk itu bukan batik sebenarnya alias "printing" (kain bermotif batik produksi pabrik).

"Kami bersyukur konsep batik kita sulit ditiru karena memiliki ciri khas tertentu, karena itu dengan adanya pengakuan dunia itu, maka seluruh lapisan masyarakat Indonesia ke depan, khususnya Jatim, harus lebih mencintai produk batik dan produk dalam negeri. Minimal mereka berkenan memakai batik satu kali dalam sepekan," katanya.

Seni batik di Jawa Timur berkembang di kawasan pesisir, seperti halnya penyebaran Agama Islam di ranah Jawa dengan Wali Songo-nya (lima di antaranya berada di Jatim), semuanya berawal dari pesisir.

Di Tuban dengan Gedog-nya, di Lamongan dengan Pacirannya, dan Surabaya dengan batik Mangrove, Sidoarjo dikenal dengan batik Jetis serta Kenongo, di Madura maupun Banyuwangi dengan Gajah Uling-nya, semuanya berada di wilayah Pantai Utara (Pantura), sedangkan di Selatan berkembang Batik Baronggung di Tulungagung.

Motif batik tulis pesisir Jatim, sarat dengan nuansa flora dan fauna maupun benda yang memadukan budaya lokal, Islam dan Tiongkok maupun Eropa. Begitu juga perwarnaan mengadalkan bahan-bahan alami (tumbuhan).

Bila masyarakat sudah mencintai dengan memasyarakatkan batik, kata Arifin, pertumbuhan angka penjualan perajin batik, baik Industri Kecil Menengah (IKM) dan Usaha Kecil Menengah (UKM), akan semakin meningkat, apalagi di Jatim sekarang sudah ada 191 sentra IKM, sedangkan di sektor batik dan bordir ada 5.926 unit.

Hari Batik

Terkait ikhtiar menumbuhkan kecintaan terhadap batik itulah agaknya usul Universitas Kristen Petra (UKP) Jawa Timur untuk menjadikan 2 Oktober --tanggal pengakuan UNESCO terhadap batik sebagai warisan pusaka budaya dunia (world heritage) dari Indonesia-- menjadi "Hari Batik Nasional" patut didukung.

"Pengakuan UNESCO pada tanggal 2 Oktober itu merupakan peluang untuk didorong menjadi Hari Batik Nasional," kata Ketua Komunitas Batik Surabaya (KiBaS), Lintu Tulistyantoro.

Menurut dosen Desain Interior pada Fakultas Seni dan Desain Komunikasi Visual UKP itu, Hari Batik Nasional itu perlu dicanangkan untuk mengingatkan masyarakat bahwa batik telah menjadi warisan budaya dunia dari Indonesia pada tanggal itu.

"Untuk memperingatinya, kita tidak harus mengenakan baju batik. Namun, untuk menghargai warisan budaya itu sebaiknya kita mengenakan baju batik pada Hari Batik Nasional," katanya, didampingi Kepala Perpustakaan UKP Surabaya, Aditya Nugraha.

Ia mengakui motif yang mirip batik juga ada di Jepang, China, India, Afrika, Jerman, Belanda, Malaysia, dan negara lainnya. Namun, teknik pembuatan dan budaya pertumbuhan batik di Indonesia memiliki kekhasan.

"Batik di Indonesia merupakan teknik membuat motif kain dengan menorehkan canting berisi lilin, sedangkan di negara lain hanya merupakan cetak atau cap (print) bermotif batik, teknologi batik, dan sebagainya," katanya.

Apalagi, kata pria yang meraih Master of Design dari Institut Teknologi Bandung (ITB) pada tahun 2004 itu, pertumbuhan batik di Indonesia berkembang seiring budaya yang ada, sedangkan di negara lain lebih bersifat industri.

"Saya sudah mengecek kepada seorang rekan di UNESCO tentang alasan menjadikan batik sebagai warisan budaya dunia dari Indonesia, ternyata pengakuan UNESCO itu sudah melalui riset bertahun-tahun. Batik di Indonesia ada motif dan filosofi, bukan sekadar produksi," katanya.

Secara terpisah, sosiolog Islam Prof Dr H. Nur Syam, M.Si. menilai, Hari Batik Nasional itu sangat penting, tetapi pakaian batik hendaknya tidak dipaksakan untuk dipakai pada hari itu. "bergantung konvensi (kesepakatan)," ujarnya.

Ia menegaskan, baju batik itu jangan menjadi sebuah pemaksaan, tetapi biarkan menjadi konvensi, seperti pegawai Departemen Dalam Negeri yang mengenakan baju batik pada hari Kamis dan Jumat, atau pegawai dari instansi lain yang berbatik-ria pada setiap hari Jumat.

"Itu bukan instruksi resmi dan tertulis, tetapi menjadi konvensi. Kalau ada Hari Batik Nasional, saya juga setuju," kata rektor IAIN Sunan Ampel Surabaya itu.

Terlepas dari itu, UKP akan menyambut pengakuan UNESCO terhadap batik itu dengan menggelar karnaval batik pada tanggal 2 Oktober itu yang dilepas dan diikuti Wali Kota Surabaya Bambang D.H. mulai dari halaman gedung T kampus UKP hingga ke gedung P dengan melewati Jalan Raya Siwalankerto.

Sementara itu, Jurusan Arsitektur Interior di Universitas Ciputra (UC) Surabaya juga merayakan pengakuan UNESCO terhadap batik itu dengan menggelar pameran produk desain batik dan mewajibkan dosen, karyawan, dan mahasiswa mengenakan baju batik pada tanggal itu.

Gubernur Jatim, Soekarwo dalam waktu dekat mengeluarkan surat edaran mengenai kewajiban memakai batik bagi kalangan PNS di Provinsi "Bumi Majapahit", Sebagai tindakan pendahuluan, kebijakan itu akan diterapkan mulai 12 Oktober 2009, bersamaan dengan puncak peringatan Hari Jadi Pemprov.


Photo Albumtarget... and KLIK!Jul 12, '09 3:06 AM
for everyone
ddd
dThumbnaild
ddd
Lomo Fisheye and olympus digicam.

Blog EntryApr 20, '09 1:03 AM
for everyone

BlackBerry atau sering disingkat BB, smartphone asal Kanada buatan
Research In Motion (RIM) telah membuat kecanduan para penggunanya di seluruh
dunia. Sampai-sampai, Presiden AS Barack Obama pun tak rela melepaskan diri dari
gadget kesayangannya itu.

Koran New York Times Edisi 15 Desember 2008 memasang foto Obama dengan ukuran
yang besar saat memegang BlackBerry. Kontan saja hal tersebut mengguncang dunia.
Sejak ekspos aktifitas itu, demam BlackBerry yang tengah menyerang seluruh
dunia, seakan makin menemukan justifikasi.

Demam BB, ternyata juga menyerang Indonesia. BB tidak hanya menjadi gadget
pilihan kaum profesional, namun juga kalangan artis. Banyak artis ibukota yang
dengan bangga menenteng BB. Bukan hanya untuk pamer, karena fitur BB yang
dicari. Push Email yang mengantarkan email secepat SMS menjadi kebutuhan dasar
profesional. Buat artis, chatting lewat BB makin menjadi aktivitas wajib.

Reni Sutiyoso salah satu korbannya. Semenjak menggunakan BB jenis Javeline,
putri dari mantan Gubernur DKI Sutiyoso yang juga pengusaha ini semakin jarang
menelpon. Ia lebih sering berhubungan dengan teman-temannya dengan cara
chatting.

"Kadang-kadang walaupun ngumpul dengan teman-teman, tapi pada sibuk sendiri
dengan BB masing-masing," terangnya saat launching buku BlackBerry for Everyone,
di Gramedia Grand Indonesia, Jumat (17/4) malam.

Buku yang ditulis Muhammad Sufyan, seorang jurnalis ekonomi di harian bisnis,
itu mengupas seluk beluk BlackBerry hingga menyihir banyak orang di dunia. Buku
tersebut berisi mengenai sejarah, cerita para pengguna, sampai tips and trik
mengoptimalkan BB.

Buku tersebut juga berusaha mengungkap fenomena BB dalam kehidupan. Misalnya
munculnya pijat khusus pengguna BlackBerry yang dibuka di Hotel Hyatt Chicago.
Layanan pijat yang diberi nama Blackberry Thumb itu muncul karena banyak
pengguna BB yang mengeluh ibu jarinya sakit. Pijat yang menggunakan BB balm ini,
berlangsung selama setengah jam. Selain area jempol, pijatan unik itu diarahkan
ke wilayah pergelangan tangan yang menjadi sandaran gengaman.

Rupanya terlalu sering menggunakan BB bukan tanpa resiko, ibu jari pun dapat
mengalami cidera. Seperti yang dikutip dari BBC, keypad pada prinsipnya tidak
cukup fleksibel sehingga penggunaan yang berkali-kali dapat mengakibatkan
kerusakan tandon jempol. BB sangat memungkinkan hal tersebut sehingga sebaiknya
pengetikan dibatasi 50 kata saja.

Masih banyak pengaruh BB dalam mengubah gaya hidup modern. Bukan tidak mungkin
sepasang kekasih yang tengah dimabuk asmara pun bisa-bisa saja bakal diam seribu
bahasa meski berhadapan di meja kafe karena asyik berkomunikasi lewat
BlackBerry. Bagaimana dengan Anda?

disadur dari: http://tekno.kompas.com/read/xml/2009/04/17/23305798/semua.orang.tersihir.blackb\
erry.


Blog EntryMar 24, '09 2:53 AM
for everyone

Inisiatif ini telah dimulai pada tahun 2007 di Sydney, Australia dan berhasil melibatkan 2,2 juta rumah hunian dan bisnis termasuk Gedung Opera Sydney. Penjuru global, seperti Golden Gate Bridge di San Francisco, Colosseum di Roma dan papan reklame Coca Cola di Times Square, semuanya membisu dalam kegelapan, sebagai lambang-lambang harapan untuk suatu maksud mulia yang setiap jam semakin mendesak.

Earth Hour 2009

Earth Hour 2009 diadakan pukul 8:30-9:30 tanggal 28 Maret 2009. Saat ini, 80 negara dan 750 kota 'bergabung dengan Earth Hour 2009', sebuah peningkatan drastis dari orang-orang yang berpartisipasi di 35 negara untuk Earth Hour 2008. 1 milyar 'suara' adalah tujuan utama untuk Earth Hour 2009, dalam konteks menjelang Konferensi Perubahan Iklim Perserikatan Bangsa-Bangsa 2009.

Earth Hour 2008

Dengan 35 kota di seluruh dunia berpartisipasi sebagai kota partisipan resmi dan lebih dari 400 kota yang juga mendukung, Earth Hour 2008 adalah kesuksesan besar, dirayakan di ketujuh benua. Markah tanah terkenal di seluruh dunia mematikan lampu mereka untuk Earth Hour yang juga termasuk Empire State Building (New York City), Sears Tower (Chicago), Golden Gate Bridge (San Francisco), Bank of America Plaza (Atlanta), Sydney Opera House (Sydney, Australia), Wat Arun Buddhist Temple (Bangkok, Thailand), Colosseum (Rome, Italia), Royal Castle (Stockholm, Swedia), London's City Hall (Inggris, Britania Raya), Space Needle (Seattle), dan CN Tower (Toronto, Kanada).

 


Blog EntryDec 15, '08 8:38 AM
for everyone

Tribune Co menjadi penerbit surat kabar besar Amerika Serikat pertama
yang menyatakan diri bangkrut. Dengan utang 13 miliar dollar AS atau
Rp 156 triliun, perusahaan yang menerbitkan Chicago Tribune ini tak
mampu lagi memenuhi kewajiban. Semua ini juga tidak lepas dari
penghasilan iklan yang terus merosot.

Krisis keuangan menjadi penyebab penurunan pendapatan iklan. Krisis
ternyata masih terus berlanjut. Pertanyaan yang ada, apa surat kabar
AS berikutnya yang akan mengikuti jejak Chicago Tribune? Turunnya
penerimaan dari iklan membuat kewajiban membayar utang banyak media AS
terganggu. Analis, Selasa (9/12), menegaskan, banyak penerbit mulai
berniat menjual media mereka. Ini pilihan terbaik ketimbang bangkrut.

Penerimaan iklan yang turun praktis melanda semua surat kabar dan
media masa lainnya di AS. Jumlah pembaca juga mulai beralih ke
internet. Konsumen dan pemasang iklan juga menangguhkan pemasangan
iklan karena resesi ekonomi. Sekalipun banyak surat kabar yang masih
meraih untung, mereka kini harus ekstra ketat menghitung arus kas
untuk pembayaran bunga dan cicilan utang.

Tribune Co, yang juga pemilik The Los Angeles Times, The Sun of
Baltimore, beberapa harian lainnya, Chicago Cubs, serta sejumlah
stasiun radio, sudah terbiasa dengan utang besar.

Tribune Co punya kewajiban membayar utang 593 juta dollar AS pada
bulan Juni. Penerbitan ini tadinya berupaya memperoleh likuiditas
dengan menjual Chicago Cubs dan aset sport lainnya. Namun, langkah ini
tidak mudah di tengah pasar yang ketat. "Ini kasus yang ekstrem," ujar
Rick Edmonds, analis media pada Institut Poynter, di St Petersburg,
Florida.

Sebenarnya, jauh sebelum Tribune Co mengajukan status bangkrut ke
Pengadilan Delaware, Senin lalu, penerbit Journal Register Co juga
mempertimbangkan status bangkrut. Dengan utang hampir 650 juta dollar
AS, penerbit The New Haven Register (Connecticut) dan sejumlah harian
ini kini diawasi ketat oleh para kreditor dengan batas akhir 16
Januari; batas akhir perusahaan ini harus menyelesaikan kewajibannya.

Bulan lalu The Yardley yang berbasis di Pennsylvania mengatakan,
mereka akan menutup The Herald of New Britain dan The Bristol Press di
Connecticut jika belum mendapat pembeli sampai 12 Januari. Mingguan
Eleven Connecticut juga ditawarkan di pasar. Surat kabar di Michigan
dan Philadelphia juga dijual sekalipun tidak merinci kondisinya.

Gagal bayar utang

Sejumlah perusahaan surat kabar juga gagal membayar kewajiban. The
Star Tribune dari Minneapolis, September lalu, gagal membayar utang
perkuartalan sebesar 9 juta dollar AS. Saat bersamaan, grup investasi
pemilik The Philadelphia Inquirer dan The Philadelphia Daily News
gagal membayar bunga utang. Kreditor harus mengadakan penjadwalan kembali.

Jaringan media seperti Freedom Communications Inc, yang memiliki The
Orange County Register di California selatan, dan Media General Inc,
yang menerbitkan Richmond Times- Dispatch di Virginia, juga sedang
merundingkan kembali kewajiban utangnya. Jika perundingan ini gagal,
secara teknis perusahaan ini bangkrut.

Morris Publishing Group LLC, yang menerbitkan The Florida Times-Union
dan 12 harian lainnya, bulan Oktober lalu mengaku sukses dalam
penjadwalan kembali utang. Hanya saja, persyaratan baru yang ada
membuat Morris dalam tekanan menjual asetnya untuk bisa memperoleh
likuiditas. Kecuali perusahaan ini menemukan investor baru.

Mike Simonton, analis surat berharga pada perusahaan pemeringkat
Fitch, mengemukakan, sangat sulit menemukan pembeli di pasar yang lesu
saat ini. Perundingan harus dilanjutkan untuk mendapat mitra strategis.

Pihak Morris dan Media Generals sejauh ini menolak berkomentar.
Faktanya, perusahaan ini menjual stasiun radio untuk mendapat dana
pembayaran utang sebesar 750 juta dollar AS per 30 September. Jumlah
ini turun dari hampir 900 juta dollar AS pada awal tahun.

McClatchy, AH Belo Corp, dan Lee Enterprises Inc termasuk perusahaan
penerbitan yang sukses menjadwalkan kembali utangnya. Penjadwalan
kembali ini penting, khususnya untuk McClatchy yang berutang tahun
2006 untuk membeli grup surat kabar Knight Ridder. Knight Ridder
merupakan salah satu grup penerbitan terbesar AS, pemilik The
Sacramento Bee (California) dan The Miami Herald.

McClatchy Co bulan September lalu menyetujui penjadwalan kembali utang
selama dua tahun untuk kewajiban utang sebesar 2 miliar dollar AS.
"Memberikan ruang," ujar Pemimpin Eksekutif McClatchy Gary Pruitt,
Selasa. Pruitt mengaku "sedih" dengan status bangkrut Tribune.

Gannett Co, yang mempunyai utang 4 miliar dollar AS, masih cukup aman
karena memiliki media populer, USA Today, satu dari sedikit media
cetak dengan sirkulasi yang relatif stabil. Dave Novosel, analis surat
berharga dari Gimme Credit, mengatakan, Gannett lebih baik daripada
Tribune Co karena utang yang lebih kecil dan kas masuk yang baik.

Penerbitan lainnya yang kinerjanya bagus adalah The New York Times Co,
yang punya surat kabar online nomor satu. New York Times Co punya
kredit 400 juta dollar AS yang berakhir tahun depan.

Kebangkrutan Tribune Co jelas akan berdampak buruk bagi industri
penerbitan. Mereka akan kian sulit memperoleh kredit baru. Kalau ada,
biayanya akan semakin mahal. Kreditor juga akan menerapkan persyaratan
yang lebih ketat dalam perundingan penjadwalan utang dengan perusahaan
penerbitan. Kemungkinan perusahaan penerbitan bangkrut semakin
terbuka. Soalnya, resesi dan krisis keuangan AS belum segera berakhir.
(Reuters/AP/ AFP/ppg)

resource: from Agus Hamonangan email.

http://cetak. kompas.com/ read/xml/ 2008/12/13/ 01410288/ siapa.lagi. setelah.chicago. tribune


VideoDec 4, '08 8:44 PM
for everyone
Brand: Frestea Green / BPW
CD: Norashikin Manjit
CW: Farah Dina
AD: Dini Muliadi


PH: Kemistry
Director: Melvin Mak
Music: Juan Imaginex
ANNCR: Sammy



Download this and other original video files with Multiply Premium.

Blog EntryDec 2, '08 8:01 PM
for everyone
Pernah ngalamin nggak sedang asik-asiknya menikmati makanan (bukan cemilan lho..) tapi makanan pagi atau siang atau lagi pas lembur kerjaan trus datang teman kantor cowok/cewek menghampiri kamu dan bilang: “minta dong 1 suap atau minta yaa.. atau icip yaaa, tapi ngicipnya banyak banget… ihhh… menyebalkan banget. Apalagi pas saat lagi laper-laper trus tiba-tiba diminta trus sendoknya kita berbagi dengan mereka.. hmm.. rasa-rasanya nggak kali ya? Abis bukan adik / kakak  sedarah sih..? (ihh adik atau sepupu gue juga gak pernah minta-minta makanan yg sedang gue makan.. )
Ih! hal ini paling sering gue alamin, dan itu lama-lama menyebalkan, bukannya jadi sok egois atau pelit… karena saat teman kantor itu sedang makan  - gue tuh nggak pernah minta makanannya… MALAHAN mereka bersikap pelit dengan diem aja makan dan menutup box makanann yang sedang di makannya – menjelaskan bahwa dia tidak mau berbagi makanan itu. Walaupun gue gak berniat minta juga!
Jadi boleh dong kadang gue bilang saat dia minta makanan yang sedang gue makan, gue kan bilang : “nggak, gue lagi laper..”

Karena menurut gue, hal itu adalah kebiasaan buruk… karena orang tua gue mengajarin – bahwa tidak boleh meminta makanan yang sedang di makan oleh orang lain apalagi berbagi suapan dengan sumpit atau sendok yang sama. Kita harus merasa cukup dengan apa yang kita punya.
Apa yang suka meminta makanan teman kantor itu gak diajarin etiket dengan orang tua mereka ya..?

Fact: kejadian ini baru aja terjadi padaku semalam, saat sedang lembur, lagi laper berat eh temen kantor yang bolak-balik di dekatku, trus minta makanan yang sedang aku makan. padahal aku lagi laperrr berattt..



VideoNov 9, '08 2:55 AM
for everyone
Brand: Coca-Cola

CD: Norashikin Manjit
CW: Farah dina
AD: Fauke Bramantyo

Director: Eugene Panji
PH: Passion Pic
Music: Imaginex



Download this and other original video files with Multiply Premium.

MusicNov 9, '08 2:37 AM
for everyone
CD: Toni Siahaan
CW: Farah Dina

Talent: Tata / Asdi
Studio: Db System
Operator: Bayu
ly�Ѯ�у ly����|8�|� ly�Ѯ�у ly����|8�|� ly�Ѯ�у ly����|8�|� 

MusicNov 9, '08 2:31 AM
for everyone
CD: Toni Siahaan
CW: Farah Dina

VO Talent: Panca / Nicha / Panji
Studio: Db System
operator: Victor
Mentari Alt-01 28-12-06   

MusicNov 9, '08 2:26 AM
for everyone
CD: Toni Siahaan
CW: Farah Dina

Talent: Fatin Nadia
Studio: Db System
Operator: Victor
Indosat Flat Call 017 Malaysi   

MusicNov 9, '08 2:21 AM
for everyone
CD: Toni Siahaan
CW: Farah Dina

Talent VO: Marumi (kalo gak salah..)
Studio: Db System
Operator: Victor
Indosat Flat Call 017 Jepang   

VideoNov 9, '08 2:15 AM
for everyone
Brand: Indosat Poin Plus-Plus 2008

Creative Director: Toni Siahaan
ACD: Fiona Hartanto
CW: Farah Dina
AD: Diki Satya

Director: Avisenna Amri
PH: 25frames
Music: Egg studio



Download this and other original video files with Multiply Premium.

VideoNov 9, '08 1:35 AM
for everyone
Brand: IM3 Lilo Indosat

CD: Toni Siahaan
CW: Farah Dina
AD: Diki Satya

Director: Ganesh Tamzil / Rachmania Arunita
PH: Itrema
DOP: Yadi Sugandhi
Music: Tangga - Sony BMG



Download this and other original video files with Multiply Premium.

VideoNov 9, '08 1:29 AM
for everyone
Brand: Shin zui

CD: Deddy Vansophie
Sr.CW: Shinta Amrie
CW: Farah Dina
AD: Baidi / Dita

Director: Michael Lee




Download this and other original video files with Multiply Premium.

VideoNov 9, '08 1:23 AM
for everyone
Brand: Kartu As - Telkomsel
Creative Director: Deddy Prasetyo
CW: Farah Dina
AD: Fian

Director: Eugene Panji



Download this and other original video files with Multiply Premium.